Kamis, 05 Januari 2017

WARNA DAN TATA LETAK KEMASAN SUATU PRODUK

Bagaimana Pengaruh Budaya Terhadap Warna Kemasan Suatu Produk?


Warna merupakan perangsang yang paling penting yang dapat menciptakan suatu daya tarik visual terhadap pelanggan dan ini merupakan bagian yang sangat penting pada suatu kemasan. Penggunaan warna merupakan pusat dari seluruh proses desain kemasan, tapi harus digunakan dengan tujuan yang tepat, bukan semata-mata hanya demi warna.
Saat memilih warna untuk kemasan suatu produk, pertama-tama haruslah mempertimbangkan prinsip dari persepsi, baru kemudian ditentukan warna produk, pasar dan kondisi penjualan. Warna memerankan bagian yang cukup vital dalam menciptakan citra visual dari sebuah perusahaan, khususnya bila desain melibatkan merek dagang atau logo.
Manfaat Warna bagi Kemasan
Keseluruhan maksud dari desain suatu kemasan adalah untuk menarik perhatian masyarakat dan warna merupakan bagian yang penting dalam proses ini. Menurut Danger (1992), beberapa manfaat warna bagi kemasan adalah sebagai berikut:

a. Sasaran pertama dari sebuah kemasan adalah mudah terlihat mata, dan sejauh yang diketahui warnalah yang mencapai poin ini.

b.  Kemasan yang baik adalah yang dapat menarik perhatian dan memicu orang untuk membeli; warna dapat merebut perhatian dari orang secara maksimal disertai dengan desain kemasan tentunya.

c.  Kemasan sebaiknya memiliki kualitas pengenalan yang maksimal; efek psikologis dari warna akan menjamin bahwa orang mengenali kemasan tersebut bila dipajang.
d.  Kemasan tersebut sebaiknya mempengaruhi orang agar tertarik untuk memandangnya dari dekat lalu membelinya, umumnya warna akan menolong dalam menjamin bahwa kemasan tersebut menjual.
-  Kemasan sebaiknya menarik perhatian, warna dapa membantu        dalam mencapai poin ini.
-  Warna maupun pengaruh vital untuk menjadikan penjualan.
-  Warna dapat memudahkan tulisan terbaca.
-  Warna membantu mengkoordinir kemasan dan promosi lainnya,       khususnya televisi.



Warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal. Orang menyenangi warna dan mereka bereaksi di bawah sadar terhadap warna; suatu pembawaan menyenangi warna merupakan bagian dari kejiwaan manusia. Warna membantu mengurangi hambatan penjualan dan memastikan bahwa desain grafis memiliki daya tarik maksimum; ini merupakan factor vital dalam menciptakan desain grafis yang menjual. Warna mencapai targetnya melalui respon fisiologis, respon psikologis, daya tarik pada indera, daya tarik pada emosi.
Pengaruh SARA terhadap Warna Kemasan
Apabila warna pada kemasan tertentu ingin dipasarkan di negara lain, maka perlu dipertimbangkan dengan sangat baik, karena orang dari ras yang berbeda memiliki reaksi yang berbeda terhadap warna. Preferensi warna berbeda untuk setiapnegara dan berkaitan dengan tingkat kecanggihan serta kondisi iklim dan ras. Orang sederhana umumnya menyukai warna yang kuat, mencolok, demikian pula mereka yang tinggal di bawah terik matahari karena warna harus berkompetisi dengan teriknya sinar matahari.
Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim sedang bereaksi lebih baik pada warna sederhana. Adalah bijaksana untuk meneliti setiap negeri dimana kemasan tersebut akan digunakan agar diketahui prasangka dan asosiasi spesifik di negeri tersebut. Banyak prasangka, suka dan ketidaksukaan yang berlaku ada setiap negeri sering merupakan suatu cermin dari ras aslinya, walaupun mereka juga mungkin merupakan suatu cermin dari kehidupan setempat dan kondisi iklim.
Jika kemasan menyatu dengan ilustrasi rakyat, ini biasanya merupakan ide yang baik untuk menggambarkan rakyatnya, dalam ilustrasi, yang warna kulitnya sama dengan penduduk negeri yang bersangkutan (Danger, 1992). Orang mempunyai prasangka terhadap warna, terutama yang berlatar belakang agama; warna yang digunakan harus menarik mayoritas pembeli. Kombinasi warna yang digunakan penting sekali dan jangan sampai menimbulkan asosiasi yang tidak menyenangkan.

Daftar Pustaka

Natadjaja, L. 2002. Pengaruh Komunikasi Visual Antar Budaya Terhadap Pemasaran Produk Ditinjau dari Warna dan Ilurstrasi Desain Komunikasi. http://puslit2.petra.ac.id/


WARNA

Pemilihan Warna adalah satu hal yang sangat penting dalam menentukan respon dari pengunjung. Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seorang pengunjung (terutama warna background), dan Anda bisa membuat situs anda untuk menampilkan warna dulu sementara content yang lain (text dan image) masih dalam proses download. Cara ini akan membuat kesan atau mood untuk seluruh situs itu.
Untuk mencapai design warna yang efektif, bisa dimulai dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan tujuan dari situs Anda. Pallet warna yang anda buat sebaiknya cocok dengan pribadi dan tujuan dari situs Anda. Jika misalnya situs Anda adalah untuk situs komunitas, maka sebaiknya Anda memilih warna warna hangat untuk membuat suasana lebih santai. Jika situs Anda adalah untuk situs Informasi, dimana content akan mendominasi, maka warna sebaiknya simple dan tidak mengganggu (misalnya jangan menggunakan background kembang-kembang dengan warna menyolok).
Anda bisa melihat di Tabel 1 dibawah, untuk korelasi secara umum secara psikologis antara warna dan orang.
WARNA
Respon Psikologi
Catatan
Merah
Power, Energi, Kehangatan, Cinta, Nafsu, Agresi, Bahaya, Api, Panas, Kemarahan, Darah dan Revolusi
Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain.
Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal.
Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental.
Biru
Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Kesunyian, Kesejukan, Kejujuran, Keseriusan, Ketenangan dan Stabilitas Hubungannya dengan Langit dan Air.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan ‘kepercayaan’.
Hijau
Alami, Kesegaran, Kesehatan, Kejelasan Keberuntungan, Pembaharuan, Relaksasi.
Warna Hijau tidak terlalu ‘sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan.
Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai.
Yellow
Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan.
Mewakili Matahari, Warna Cahaya Kehidupan, Kesehatan, Kesegaran Brightness, Kekayaan, Spiritualitas.
Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu.
Ungu/Jingga
Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan, Kemurungan.
Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Paduan warna merah dan biru.
Oranye
Energy, Keseimbangan, Kehangantan, Simbol Pengetahuan, Juga Mewakili Kebahagiaan, Kesegaran, Patriotisme.
Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.
Coklat
Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.
Abu Abu
Intelek, Masa Depan (mirip warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan
Warna Abu abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata.
Putih
Kesucian, Kebersihan, Ketepatan, Ketidak bersalahan, Kemurnian, Penuh Kejujuran, Setril dan Kematian.
Di Amerika, Putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih), tapi di banyak budaya Timur (terutama India dan Cina), warna Putih melambangkan kematian.
Hitam
Power, Seksualitas, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Ketakutan, Kesedihan, Keanggunan, Kegelapan, Represent Inauspicious Events
Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat.
Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated)
Tidak hanya palet WARNA anda match dengan isi situs, tapi Anda juga harus memilih warna yang sesuai dengan budaya pengunjung anda. Beberapa penelitian menujukkan bahwa respon setiap orang dari budaya yang berbeda akan berbeda.
Misalnya warna Oranye, secara universal, akan merepresentasikan produk yang tidak mahal, dan perayaan Halloween.

Di Amerika, warna Biru Tua merepresentasikan Kepercayaan (TRUST), tapi di Korea, Kepercayaan lebih direpresentasikan oleh warna warna Pastel, terutama Pink

Cara menata barang dagangan di toko.

Salah satu cara agar toko lebih menarik adalah dengan menata barang dagangan dengan sedemikian rupa agar tampak lebih menarik, meyakinkan dan lebih rapi, tentunya dengan harapan penjualan semakin meningkat. Berikut tipsnya:
Isilah pada bagian depan toko terlebih dahulu. Kesan penuh harus anda tampilkan dengan menata produk anda dengan mengutamakan mengisi bagian depan atau etalase depan terlebih dahulu bahkan ada yang mengisi bagian teras atau trotoar toko agar lebih menarik perhatian calon pembeli. Keamanan harus diutamakan jangan sampai produk tersebut jadi sasaran pencurian orang yang lalu lalang di depan toko.
Perhatikan warna. Tempatkan produk dengan warna warna cerah di bagian yang paling mudah dilihat, padukan warna cerah tersebut letakkan bersebelahan dengan warna cerah lain. Misalnya warna merah,kuning,orange, putih sehingga lebih cepat menangkap perhatian pengunjung.
Desain menarik sebagai jangkar. Sering kali kita dapati produk yang tidak terkenal memiliki disain atau model yang sangat menarik dan inovatif, anehnya produk terkenal justru disainnya malah biasa-biasa saja,ini sering kita temukan pada produk fashion. Gunakan produk dengan disain menarik ini sebagai jangkar atau penarik dengan cara menggandengkannya dengan produk yang sudah punya nama, dengan harapan pengunjung akan tertarik untuk membeli keduanya dengan dua alasan langsung, disain menarik atau merek terkenal.
Produk laris di bawah. Pada toko retail, letakkan produk yang laris di rak bagian bawah, kenapa? Karena produk yang laris bagaimanapun tetap akan di cari, pembeli sudah sangat hapal bentuk produk tersebut, sehingga ditempatkan di bagian bawah pun tetap akan mudah ditemukan, sedangkan untuk produk yang kurang terkenal tempatkan produknya di bagian yang sejajar dengan mata, selain untuk membantu distributor untuk menjualkan produknya, rak yang sejajar dengan mata harga promosi atau sewa raknya relatif tinggi, distributor biasanya rela membayar sewa pada pemilik toko agar produknya ditempatkan di tempat strategis. lumayan kan buat tambahan pemasukan toko anda.
Kemasan besar di kanan. Biasakan meletakkan produk dengan kemasan besar di sebelah kanan, misalnya produk susu merek A kemasan 1000 gram di sebelah paling kanan kemudian diikuti dengan kemasan 800 gram demikian seterusnya sampai kemasan yang paling kecil. Kenapa? Karena kebiasaan manusia menggunakan tangan kanan maka probabilitas terpilihnya produk dengan kemasan besar akan semakin tinggi.
Kelompokkan produk. Kelompokkan produk dengan kategori yang sama pada satu tempat yang berdekatan, dan menempatkan produk pelengkap berdekatan misanya mi isnstan berdekatan dengan saos atau sambal.
Tempatkan produk impulsif dikasir. Sambil antri biasanya pembeli suka comot sana sini manfaatkan hal ini dengan menempatkan produk dengan harga murah di sekitar kasir, seperti permen, rokok, coklat, aksesoris murah. Sehingga akan menambah jumlah belanjaan. Pilihlah kasir yang santai agar yang sedang antri akan semakin rajin mencabut produk tambahan ke keranjang belanja.
Sebenarnya banyak lagi tips untuk menata produk di toko, untuk itu di tuntut kreatifitas dan kejelian anda untuk terus berinovasi dan seringlah berkunjung ke toko sejenis dengan anda untuk menambah pengetahuan
dan membuka wawasan.